Selasa, 28 Agustus 2012

Malam ini, tentang kopi

Malam ini aku belajar tentang kopi. Ya, kopi.
Jika kalian pikir aku suka kopi, kalian benar. Tapi sesungguhnya aku tak benar-benar tau tentang kopi. Aku hanya menyukai rasanya. Aku tak pernah benar-benar tau tentang jenis-jenis kopi. Tak benar-benar tau tempat-tempat penyaji kopi terenak. Aku hanya menyukai rasa kopi.
Malam ini mungkin aku sedang beruntung, atau mungkin memang Tuhan hendak mengenalkanku pada kopi. Aku sedang pergi bersama temanku untuk mencari asesoris pelengkap baju pesta kami. Temanku yang lain akan menikah, dan kami diminta menjadi semacam penerima tamu atau pemberi souvenir pernikahan. Ya, semacam itu lah. Kami pergi ke sebuah mall dekat pantai di kota ini. Dan setelah mendapatkan apa yang kami cari, aku mulai lapar. Dan kebetulan temanku ingin mencoba kopi di food court mall itu. Yep...temanku ini pecinta kopi juga. Dan dia mendapatkan rekomendasi bahwa kopi tarik di tempat itu enak.
Tempat itu bernama Killiney. Setelah googling, ternyata killiney ini sudah ada di banyak tempat. Ah, ternyata dia ini berasal dari luar negeri. Pertama berdiri adalah di Killiney Road, Irlandia. Bahkan ini sudah berdiri sejak lama, tahun 1919. Tapi waktu itu belum berenama Killiney Kopitiam. Baru di tahun 1993 diberi nama Killiney Kopitiam. Yah, mungkin cukup segitu aja ya cerita tentang kopitiamnya. Karena aku bukan pengen membahas kopitiam. Aku hanya ingin berbagi rasa kopiku.
Aku memesan kopi tarik di Killiney. Aku memilihnya karena aku tau aku belum berani meminum kopi pahit tanpa gula. Dan tak kusangka, ternyata kopi tarik ini cukup pahit. Tapi entah kenapa aku jatuh cinta pada pahitnya. Rasa pahit ini seperti  kelamnya malam. Seperti pahitnya hati. Tapi tetap indah dengan bintangnya. Tetap manis dengan cintanya.
Lama kami berbincang sembari menghabiskan kopi kami. Mengobrol, bahkan menggosip. Tapi rasa kopi ini terus melekat. Seakan lidahku tak ingin terlepas dari pahitnya. Aku menysap kopiku sedikit demi sedikit. Dan aku belajar untuk meminum kopi. Ini baru namanya minum kopi. Bukan seperti yang kulakukan di kantor, menghabiskan kopiku bahkan ketika aku belum menikmatinya. Mungkin inilah alasan mengapa ngopi membutuhkan waktu yang lama. Mengapa tempat ngopi dibuat senyaman mungkin agar pendatangnya betah. Karena untuk menghabiskan secangkir kopi enak, membutuhkan waktu yang lama.
Hhh...ini sudah beberapa jam sejak gelas kopiku kutinggalkan. Aku tak menghabiskan kopiku tadi. Bukan karena kopinya tak enak. Tapi karena aku tak sanggup lagi menghabiskannya. Aku takut efeknya terlalu banyak untukku. Aku takut tak bisa tidur malam ini jika aku menghabiskan kopiku. Rasa ini masih tertinggal.
Kopi...aku hanya tersenyum dan berpikir...sepertinya kita berjodoh. Lain kali aku akan menemui rasa pahitmu lagi. membawamu dalam anganku. Mengajakmu dalam jalanku.
Selamat malam, kopiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar