Seperti malam-malam sebelumnya, ibu harus pulang lebih lama. Sudah seminggu ini ibu lembur. Aku tau, itu semua karena aku. Aku harus mengikuti ujian praktek bulan depan. Itu berarti aku harus membeli beberapa barang untuk mendukung ujianku. Dan, keuangan kami yang pas-pasan, membuat ibu harus menambah jam kerjanya agar dapat tambahan uang.
Hari ini, teman baikku berulang tahun. Ia mengajakku merayakan ulang tahunnya. Ah, temanku pasti mengerti, ibuku lebih membutuhkanku.
Aku bersyukur atas seorang anak yang Kau titipkan padaku. Seorang anak yang baik, yang mau mengerti kondisiku. Suamiku sudah tiada. Aku harus berjuang sendiri menghidupi diriku dan anakku. Dari hasil kerjaku, aku berhasil membeli motor untuk anakku. Di sini, kalau tak punya motor, serasa tak punya kaki. Tak bisa ke mana-mana. Syukurlah, anakku tak memakainya untuk keliling-keliling tak jelas.
Aku bersyukur ketika anakku masih mengingat untuk menjemputku. Aku tahu, hari ini ulang tahun sahabatnya. Seharusnya dia bisa memintaku untuk pulang sendiri. Tapi tak dilakukannya. Maaf jika ibu harus pulang malam beberapa hari ini. Maaf, waktumu untuk berkumpul bersama teman-temanmu jadi berkurang. Ibu janji, ibu akan terus bekerja dan berjuang untukmu, nak. Ibu akan berusaha memenuhi kebutuhanmu. Ibu sayang kamu, nak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar