Sekali lagi aku memandangimu. Tak pernah aku bosan. Tidak sekalipun.
Kali ini, aku melihatmu hanya berbaring seharian. Memejamkan mata walau tak bisa tertidur. Sesekali erangan kecil keluar dari bibirmu. Mungkin tubuh tuamu memang sudah lelah berjalan bersama waktu. Atau memang engkau sedang sangat merindukanku?
Hei, lihatlah, anakmu sedang bingung sekarang. Dari pagi kau tak menyentuh sama sekali makananmu. Pantaslah badanmu lemah. Kau pun tak menjawab setiap kata yang diucapkannya. Semoga kelemahan tubuhmu ini tak menjadi pintu masuk bagi penyakit. Aku tak ingin kau sakit. Kurasa usiamu sudah cukup menyiksamu, jadi jangan menambah bebanmu sendiri.
Bersabarlah, kekasihku. Kita pasti bertemu. Jangan mendahului sang waktu. Tetaplah kuat. Aku tak jauh darimu.
Aku, wanitamu ini, akan bersabar menantimu...di keabadian...
setiap kata, setiap langkah, setiap peristiwa...semuanya memiliki cerita... semua mempunyai ruang dalam kotak kenangan... setiap air mata, setiap tawa, semua menghias pembungkusnya...
Rabu, 11 September 2013
Abadi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar