Desember. Kata orang, bulan penuh keajaiban. Kata orang, bulan penuh kasih. Buatku, ini seharusnya bisa menjadi sama dengan bulan-bulan yang lain.
Bulan Desember tahun ini menjadi sedikit berbeda bagiku. Sama-sama sibuk mempersiapkan Natal, tetapi beda rasa. Seperti ada rasa baru yang muncul dalam kesibukanku tahun ini. Rasa syukur akan banyak hal yang mungkin bagi beberapa orang dianggap kecil, tetapi aku senang mendapatkannya.
Tanggal 15, 17, dan 18 Desember 2012, gerejaku mengadakan kunjungan ke YPAC dan dua panti asuhan untuk memberikan kado impian bagi mereka. Kegiatan ini kami namakan Kado Impian. Tahun lalu, kami juga melakukannya, tapi aku tak turut serta dalam persiapan kegiatan ini. Dan sekarang, aku diberi kesempatan untuk mengikutinya, mempersiapkan dari awal perencanaan, pengumpulan kado, menyusun cerita untuk panggung boneka, bahkan diberi kesempatan untuk memainkan boneka di panggung boneka. Tentu saja, tak semua itu kulakukan sendiri. Aku hanya berpartisipasi, memberi apa yang bisa kuberi, melakukan apa yang bisa kulakukan.
Mungkin sedikit yang bisa kulakukan dan kuberikan untuk kegiatan ini, tapi banyak sekali yang aku dapat dari kegiatan ini. Terkesan tak adil. Memberi sedikit, tetapi menerima banyak. Tapi aku tahu, Tuhan tak bermaksud untuk tak adil. Ini anugerahNya.
Rata-rata yang turut dalam kepanitiaan Kado Impian ini adalah orang baru, dalam artian, sebagian dari kami memang baru aktif dalam kegiatan gereja, atau baru pindah ke bali, atau baru terlibat dalam kegiatan semacam ini. Aku pun orang baru dalam komunitas ini. Inilah kado pertama yang kudapatkan. Teman-teman dan saudara-saudara baru.
Bekerja dengan orang baru selalu mempunyai kesenangan dan tantangan tersendiri. Namun sejauh ini, yang kurasakan adalah sukacita. Mungkin karena kami memang berkomitmen untuk melakukan kegiatan ini. Kado kedua: suka cita dalam mengerjakan sesuatu.
Dalam mempersiapkan kegiatan ini, ternyata banyak kegiatan lain yang juga kukerjakan. Mempersiapkan kunjungan ke LP anak, mempersiapkan Natal di kantor, dan kegiatan-kegiatan rutin lainnya. Cukup menyita energi dan pikiranku. But, thanks to God, aku masih bisa mengatur waktuku sehingga semua kegiatanku berjalan dengan baik. Kado natal ke tiga.
Persiapan Kado Impian ini cukup banyak. Dari mengumpulkan data tentang kado impian anak-anak, mendata donatur, membelikan kado-kado yang tak sempat dibelikan oleh donatur, sampai latihan untuk pertunjukan panggung boneka. Tidak semua dari kami terbiasa melakukan persiapan-persiapan ini. Ada yang baru mulai belajar menjadi pengiring/pemusik, ada yang baru pertama menjadi pembawa acara anak-anak. Dan aku sendiri, ini pertama kalinya aku memainkan boneka. Tapi, sekali lagi kukatakan, ada suka cita yang kami rasakan. Aku belajar memberi yang terbaik yang bisa kulakukan. Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu. Jika yang pertama belum terlalu baik, itu adalah awal pembelajaran.
Tiba waktu kunjungan, adalah hari yang menyenangkan. Aku sungguh senang melihat senyum dan tawa anak-anak ini. mereka banyak memberikan pengalaman kepadaku (atau mungkin juga kami). Memang, kami memberikan kado impian mereka, tetapi yang kami dapatkan jauh melebihi apa yang kami berikan.
Hmmm..jika kuhitung-hitung, rasanya akan banyak sekali kado natal yang telah kudapatkan. Aku telah mendapatkan hadiah Natal sebelum tanggal 25. Aku tak tahu
apakah aku akan mendapatkan banyak hadiah lagi esok hari. Yang aku
syukuri, aku telah menerima kasih dan pembelajaran beberapa hari ini.
Terima kasih Tuhan, terima kasih adik-adik, terima kasih teman-teman dan saudaraku. Kiranya kasihNya tinggal dalam hati kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar