Hari ini aku bertemu dengan Kelly. Tak sendiri, ia bersama dengan teman-temannya. Aku tak dapat menghafal banyak nama, hanya nama Kelly yang masih kuingat dengan baik.
Hari ini Kelly bernyanyi bintang kecil. Lagu yang sudah biasa dinyanyikan oleh anak-anak. Tapi, kali ini menjadi istimewa karena dinyanyikan oleh Kelly.
Kelly adalah seorang anak penderita Down Syndrome, yaitu suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak
yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini
terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan
diri saat terjadi pembelahan (Sumber: Wikipedia). Kelly dan teman-temannya bersekolah di YPAC, sekolah khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Mengapa saya bisa mengingat nama Kelly, sedangkan nama anak lain tidak? Mungkin karena setelah kunjungan ke YPAC, temanku bercerita bahwa tadi dia sempat ngobrol dengan ayah Kelly. Dari cerita temanku, aku menjadi tahu bahwa Kelly tak dapat berbicara di umur yang seharusnya dia bisa berbicara. Dibutuhkan waktu yang panjang untuk belajar bicara. Namun, sekarang Kelly bisa bernyanyi. Tidak merdu. Tidak sejelas ketika kita berbicara. Tetapi orang tuanya sangat bahagia ketika Kelly bisa bernyanyi, apalagi bernyanyi di depan orang banyak. Dan itu terdengar jauh lebih merdu dari suara apapun.
Bukan Kelly sendiri yang memiliki kebutuhan khusus. Semua murid YPAC ini berkebutuhan khusus. Aku melihat beberapa anak harus memakai kursi roda. Ada juga yang harus memakai sepatu khusus. Ada yang tak pernah naik kelas karena keterbatasan dalam bidang ilmu pengetahuan. Namun, semua itu tak menjadikan mereka berbeda. Mereka tetaplah manusia. Sama seperti aku, dan kamu. Mereka berusaha, tmereka tidak pernah menyerah dengan kondisi mereka. Bahkan, kemarin sempat diumumkan bahwa banyak anak yang mempunyai prestasi di bidang olah raga dan seni. Ada yang biasa mengantongi medali emas di bidang angkat besi, ada yang jago melukis, dan masih banyak hal lain.
Di mata kita, mereka mungkin terbatas, tetapi Tuhan tidak pernah dibatasi oleh apapun. Karyanya nyata dalam mereka.
Kunjunganku ke YPAC ini membuatku belajar banyak hal. Belajar bersyukur, belajar berbagi, belajar untuk tidak menyerah dengan keadaan, belajar berserah pada Tuhan.
Masih ada 2 panti asuhan yang akan kami kunjungi. Aku berharap, aku mendapatkan makna dari kunjungan-kunjungan nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar