Rabu, 05 Desember 2012

Gadis dalam gelap

Ruang ini gelap. Namun aku masih dapat melihat seorang gadis terduduk di sudut ruang ini. Bukan maunya untuk di sana. Bahkan mungkin ia tak sadar kalau sekarang dirinya sedang duduk di sana. Pandangan matanya kosong. Seolah tak ada jalaan di hadapannya.
Mungkin dia ingin terbang menangkap asa dalam impiannya. Tapi ia terkurung dalam jerat janji yang dibuatnya. Ia harus mematuhinya.
Sayapnya tak dapat terkembang sempurna. Sudah sering ia mencoba terbang, tapi tak sampai tinggi, ia telah jatuh kembali ke tanah. Tubuhnya letih, penuh luka akibat kejatuhannya.
Sekarang ia hanya dapat terduduk. Sesekali ia memandang ke atas, kepada mimpinya. Namun, tak lama kemudian ia telah memeluk lututnya, menggigil dan menangis.

Gadis dalam gelap, aku tak dapat menolongmu. Maafkan aku. Sabarlah. Tinggal sebentar janji itu boleh kau lepas. Dan setelah itu kau bisa terbang tinggi. Menuju asa, meraih mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar