Apa yang akan kamu lakukan jika kamu merasa sedih?
Dulu, mungkin aku akan menangis. Menangis memang membantuku mengurangi beban hatiku. Tapi entah kapan tepatnya aku lupa, aku pernah merasa tak bisa menangis, padahal hatiku sangat sedih. Mungkin saking sedihnya sehingga aku tak dapat mengeluarkan air mataku.
Waktu itu aku hanya bisa berdiam. Tak menangis, tak melakukan apapun. Pernah aku paksakan untuk menangis. Kupikir aku akan lega setelahnya. Ternyata aku keliru. Aku hanya bisa mengeluarkan air mata dari mataku, bukan dari hatiku. Aku tak berhasil mengeluarkan kesedihanku dari hatiku.
Pernah juga aku mencari "tempat sampah" untuk membuang kesedihanku. Aku bisa melakukannya kepada temanku. Aku menceritakan semua kesedihanku. Aku mengeluh, aku marah, aku tumpahkan semua kesedihanku. Tapi, suatu saat aku sadar, tak seorangpun bisa selalu ada untuk orang lain. Ya, memang tidak ada. Bahkan ketika seorang sahabat menjanjikan akan selalu ada, akan selalu mendengarkanku, suatu saat ia lupa dengan perkataannya itu. Ia mengeluhkan mengapa aku terus saja bercerita hal yang menyedihkan, dan ketika aku senang aku tak bercerita padanya. Bukan maksudku tak bercerita juga sih sebenarnya, tapi ya, mungkin saja aku lebih membutuhkan telinga ketika aku merasa sedih. Sejak saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri, tak akan menceritakan hal sedih yang kurasakan kepadanya. Biar saja kusimpan sendiri.
Dan akhirnya aku menemukan cara yang sampai saat ini aku anggap cara yang ampuh untuk menumpahkan kesedihanku. Aku lupa tepatnya kapan aku menemukan cara ini. Menulis.
Aku lupa apakah aku membaca atau ada yang mengatakannya padaku, "Jika sedih, menulislah".
Aku merasakan cara ini sangat hebat. Aku bukan hanya bisa mencurahkan semua yang ada di hatiku tanpa takut dikeluhkan. Tulisan tak akan bisa bilang bosan. Tulisan tak akan menolak apa pun yang kita tulis. Dan satu hal lagi, ketika kita bisa menyalurkan perasaanku dengan benar, aku akan menghasilkan karya yang mungkin saja berguna bagi orang lain. Jadi, mengapa tidak aku terus menulis. Menulis membantuku dalam banyak hal. Dan aku berharap suatu saat, tulisanku akan menjadi karya yang dikenal dan dikenang oleh banyak orang.
Mari menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar