tau kah kamu, jika ini semua hanya sebuah permainan?
permainan yang dapat membuatmu tertawa ataupun menangis...
kondisi sekarang ini adalah permainan. permainan antara manusia, waktu, dan rasa.
aku adalah mainan. dan kamu salah seorang pemain dalam permainan ini.
waktu itu, kamu berjalan-jalan berkeliling kota hidupmu. dalam perjalananmu, kamu melewati etalase-etalase toko kehidupan. ada toko baju sandiwara, ada toko sepatu harapan, ada juga toko mainan kesenangan. kamu berhenti sejenak memandang etalase toko itu. terlihat seperti ada yang menarik di dalam sana. kamu melangkah masuk. memilih-milih beberapa mainan. dan akhirnya memutuskan untuk mengambil sebuah mainan. itulah aku. aku yang berhasil menarik perhatianmu. entah karena apa.
ternyata tak cukup susah untuk membawa pulang mainan dari toko mainan tersebut. cukup dengan sebuah janji untuk merawat mainan yang telah diambil.
seperti layaknya seorang anak kecil mendapatkan mainannya, kamu demikian juga. mainan yang baru itu kamu sayang-sayang, kamu pandangi, kamu bawa ke mana-mana, seolah-olah tak ingin terpisah dengan mainanmu. mainanmu pun mulai menyayangimu. mulai tertawa bersamamu. mulai memberikan kesukaan bagimu.
sang rasa mulai memainkan perannya. si mainan terus memupuk rasa itu hingga berakar dalam memorinya. si mainan telah menanamkan rasa terlalu dalam, memupuknya, dan memelihara rasa itu.
tak terasa, waktu pun berjalan mengikutimu yang berjalan bersama peran sang rasa. perlahan, kamu mulai jenuh bermain dengan mainanmu. dan waktu terus membujuk kamu melakukan aktivitas lain agar kamu mulai meninggalkan sang rasa. dan benar saja. kamu terlarut dalam arus waktu. mulai meninggalkan mainan dengan rasa yang terus tumbuh. kamu mulai meninggalkan janjimu.
kini, sang waktu dan sang rasa telah bersepakat untuk memisahkan kamu dari mainanmu. yang tertinggal kini adalah sebuah mainan dengan penuh luka. lusuh dan kotor. dia menantimu pulang. tapi dia hanya bisa berharap ada keajaiban. atau....kalau pun kamu tak akan kembali, si mainan berharap masih ada yang akan memungut dan membersihkannya, merawatnya dan mengasihinya.
ya, ini semua hanya permainan. dan sebaiknya tak melibatkan rasa dalam permainan ini.
setiap kata, setiap langkah, setiap peristiwa...semuanya memiliki cerita... semua mempunyai ruang dalam kotak kenangan... setiap air mata, setiap tawa, semua menghias pembungkusnya...
Selasa, 13 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
menunggu...tunggulah...
sore ini, pertama kalinya aku memutar banyak lagu lewat komputer kantorku. sebelum-sebelumnya tak akan selama dan sebanyak ini.
bukan...bukan karena aku tak suka musik.
aku suka musik. tapi aku terlalu malas memindahkan lagu-lagu ke komputerku ini.
dan sore ini, komputerku ini memutar lagu-lagu dari christina perri. berulang-ulang.
hahh...lagu-lagu patah hati. lagu-lagu ditinggalkan. lagu-lagu kesendirian.
entah kenapa aku suka mendengarnya. entah mengapa aku suka lirik lagu-lagu ini.
sangat mengena.
yah...mungkin karena saat ini aku sedang dalam masa-masa tak enak hati. umm....mungkin lebih tepat dibilang sakit hati.
jika aku mau melihat lagi, ternyata di sini tertinggal banyak luka. luka yang mungkin kubuat sendiri.
ya, aku tak menyalahkanmu. mungkin aku lah yang mebuat lukaku ini. ya, aku sendiri yang membuatnya.
aku terlalu sering terkenang akanmu. memoriku terlalu pandai untuk menyimpan segala yang kulalui bersamamu.
bayangkan saja, ketika aku mebuka laci mejaku dan aku menemukan sebotol multivitamin, aku teringat akanmu.
ketika aku melihat nama jalan di kota ini, aku teringat akanmu. kamu berjanji akan mengantarkanku melihat jalan itu...waktu itu, tidak untuk sekarang.
haah...begitu banyak kenangan yang tersimpan di otakku ini. kenangan yang sangat manis. dan ketika aku mengingatnya kembali, aku merasakan sebuah rasa sakit. itulah rasa sakit yang aku buat sendiri. luka yang aku buat sendiri.
hmmm...aku pun tak tau sampai kapan kamu akan ada di memoriku ini. akan ada di hatiku ini.
yang aku tau sampai sekarang ternyata aku masih mempunyai rasa yang sama dengan waktu itu. itu saja yang kutau.
aku berusaha untuk menghilangkanmu dari kenanganku. menghapuskan namamu dari hatiku.
tapi itu susah. sangat susah.
tapi aku percaya, seperti yang sudah-sudah, aku pasti bisa melewatinya. mungkin kali ini butuh waktu yang lebih lama dan energi yang lebih besar untuk melewatinya. tapi aku yakin aku sanggup. karena aku bukan cewek yang gampang menyerah. Tuhan yang membuatku seperti itu.
saat ini aku akan menunggu sampai waktu itu tiba. waktu di mana badai akan berhenti. waktu di mana pelangi akan muncul. dan taman bunga akan bersemi kembali.
tunggulah.
bukan...bukan karena aku tak suka musik.
aku suka musik. tapi aku terlalu malas memindahkan lagu-lagu ke komputerku ini.
dan sore ini, komputerku ini memutar lagu-lagu dari christina perri. berulang-ulang.
hahh...lagu-lagu patah hati. lagu-lagu ditinggalkan. lagu-lagu kesendirian.
entah kenapa aku suka mendengarnya. entah mengapa aku suka lirik lagu-lagu ini.
sangat mengena.
yah...mungkin karena saat ini aku sedang dalam masa-masa tak enak hati. umm....mungkin lebih tepat dibilang sakit hati.
jika aku mau melihat lagi, ternyata di sini tertinggal banyak luka. luka yang mungkin kubuat sendiri.
ya, aku tak menyalahkanmu. mungkin aku lah yang mebuat lukaku ini. ya, aku sendiri yang membuatnya.
aku terlalu sering terkenang akanmu. memoriku terlalu pandai untuk menyimpan segala yang kulalui bersamamu.
bayangkan saja, ketika aku mebuka laci mejaku dan aku menemukan sebotol multivitamin, aku teringat akanmu.
ketika aku melihat nama jalan di kota ini, aku teringat akanmu. kamu berjanji akan mengantarkanku melihat jalan itu...waktu itu, tidak untuk sekarang.
haah...begitu banyak kenangan yang tersimpan di otakku ini. kenangan yang sangat manis. dan ketika aku mengingatnya kembali, aku merasakan sebuah rasa sakit. itulah rasa sakit yang aku buat sendiri. luka yang aku buat sendiri.
hmmm...aku pun tak tau sampai kapan kamu akan ada di memoriku ini. akan ada di hatiku ini.
yang aku tau sampai sekarang ternyata aku masih mempunyai rasa yang sama dengan waktu itu. itu saja yang kutau.
aku berusaha untuk menghilangkanmu dari kenanganku. menghapuskan namamu dari hatiku.
tapi itu susah. sangat susah.
tapi aku percaya, seperti yang sudah-sudah, aku pasti bisa melewatinya. mungkin kali ini butuh waktu yang lebih lama dan energi yang lebih besar untuk melewatinya. tapi aku yakin aku sanggup. karena aku bukan cewek yang gampang menyerah. Tuhan yang membuatku seperti itu.
saat ini aku akan menunggu sampai waktu itu tiba. waktu di mana badai akan berhenti. waktu di mana pelangi akan muncul. dan taman bunga akan bersemi kembali.
tunggulah.
Selasa, 06 Desember 2011
pekat
hatiku berjalan menuju ke antah berantah...
...
hitam...keras...dan pahit...
rasanya terlalu pekat...
entah karena marah, entah karena kecewa...yang pasti rasa ini pedih dan pekat...
terus berjalan dan mencoba tegar...
meninggalkan setiap kenangan indah...setiap rasa manis yang pernah tercecap...
...
jauh...aku sudah jauh berjalan meninggalkan rasa manis itu. mungkin aku sudah lupa bagaimana rasa manis itu. mungkin aku sudah mati rasa.
apa itu manis, apa itu pahit?
ah, rasanya sama saja...
bibirku tersenyum, mulutku tertawa...tapi itu palsu...
senyum dan tawaku adalah tamengku. tameng untuk melindungi hatiku yang rapuh. untuk menyembunyikan hatiku yang hampir mati.
...
aku semakin jauh berjalan dalam kegelapan ini. kepekatan yang tak tau di mana ujungnya.
sekelilingku terasa hambar, tak berbumbu. hanya bertabur rasa pahit.
semakin hari, hati ini kurasakan semakin keras. keras dan gersang. keras dan menjadi cadas.
hati ini sedang tak bisa ditanami.
hati ini sedang tak mau memberi kesempatan untuk tumbuh.
hati ini hanya bisa mematikan.
...
...
hitam...keras...dan pahit...
rasanya terlalu pekat...
entah karena marah, entah karena kecewa...yang pasti rasa ini pedih dan pekat...
terus berjalan dan mencoba tegar...
meninggalkan setiap kenangan indah...setiap rasa manis yang pernah tercecap...
...
jauh...aku sudah jauh berjalan meninggalkan rasa manis itu. mungkin aku sudah lupa bagaimana rasa manis itu. mungkin aku sudah mati rasa.
apa itu manis, apa itu pahit?
ah, rasanya sama saja...
bibirku tersenyum, mulutku tertawa...tapi itu palsu...
senyum dan tawaku adalah tamengku. tameng untuk melindungi hatiku yang rapuh. untuk menyembunyikan hatiku yang hampir mati.
...
aku semakin jauh berjalan dalam kegelapan ini. kepekatan yang tak tau di mana ujungnya.
sekelilingku terasa hambar, tak berbumbu. hanya bertabur rasa pahit.
semakin hari, hati ini kurasakan semakin keras. keras dan gersang. keras dan menjadi cadas.
hati ini sedang tak bisa ditanami.
hati ini sedang tak mau memberi kesempatan untuk tumbuh.
hati ini hanya bisa mematikan.
...
Sabtu, 12 November 2011
menunggu di bangku taman...
menunggu itu berarti belajar sabar...
menunggu itu berarti belajar mengerti...
...
aku duduk di sebuah bangku taman. taman ini cukup rindang dan sejuk. di sini, aku menunggumu.
aku mengenakan baju terbaikku saat itu. aku membawa bekal buku untuk menemaniku ketika aku menunggumu.
banyak orang lewat. banyak orang melihatku.
berbagai macam manusia dengan keunikannya. berbagai manusia denga kesibukannya.
beberapa jam berlalu. aku masih menunggumu.
rasa sayangku membuatku berharap kau akan datang.
rasa sayangku menguatkanku ketika aku mulai lelah menunggumu.
aku berpikir. mengapa kau lama tak datang.
ah, mungkin kesibukanmu menahanmu.
aku belajar berpikir baik.
aku belajar sabar.
hari sudah mulai siang. matahari mulai terasa panas.
namun aku masih duduk di sini. menunggumu.
panas siang ini membuatku haus.
seseorang datang menghampiriku. menawarkan kesejukan sebuah minuman untukku. gratis. "sebagai hadiah kecantikanmu" katanya.
pemuda itu kemudian duduk di sampingku. mengajakku berbincang. banyak. sangat banyak.
namun kemudian pemuda itu harus pergi. meninggalkanku.
kini aku sendiri lagi.
masih menunggumu.
sore sudah mulai menampakkan dirinya. aku masih duduk menunggu.
tak tau apa yang membuatku menunggumu. tapi aku masih menunggu.
malam mulai merayap.
aku harus pulang, pikirku.
tapi aku akan menunggumu.
besok, ketika pagi mulai menyapa, aku akan kembali ke bangku taman ini. duduk manis di sini. menunggumu.
...
saat ini mungkin kita belum bisa berjumpa.
saat ini mungkin masih banyak hal yang akan membuat kita belajar. belajar untuk mempersiapkan diri kita masing-masing. mempersiapkan diri untuk menjadi sesuatu yang tepat pada waktu yang tepat. pada saat nanti kita bertemu.
ya, nanti pasti kita akan bertemu.
entah, hari ini, entah besok, entah lusa...entah kapan...
tapi percayalah...aku menunggumu di bangku taman ini...
menunggumu sebagai wanita...
menunggumu sebagai seorang yang disiapkan Tuhan. HANYA UNTUKMU.
menunggu itu berarti belajar mengerti...
...
aku duduk di sebuah bangku taman. taman ini cukup rindang dan sejuk. di sini, aku menunggumu.
aku mengenakan baju terbaikku saat itu. aku membawa bekal buku untuk menemaniku ketika aku menunggumu.
banyak orang lewat. banyak orang melihatku.
berbagai macam manusia dengan keunikannya. berbagai manusia denga kesibukannya.
beberapa jam berlalu. aku masih menunggumu.
rasa sayangku membuatku berharap kau akan datang.
rasa sayangku menguatkanku ketika aku mulai lelah menunggumu.
aku berpikir. mengapa kau lama tak datang.
ah, mungkin kesibukanmu menahanmu.
aku belajar berpikir baik.
aku belajar sabar.
hari sudah mulai siang. matahari mulai terasa panas.
namun aku masih duduk di sini. menunggumu.
panas siang ini membuatku haus.
seseorang datang menghampiriku. menawarkan kesejukan sebuah minuman untukku. gratis. "sebagai hadiah kecantikanmu" katanya.
pemuda itu kemudian duduk di sampingku. mengajakku berbincang. banyak. sangat banyak.
namun kemudian pemuda itu harus pergi. meninggalkanku.
kini aku sendiri lagi.
masih menunggumu.
sore sudah mulai menampakkan dirinya. aku masih duduk menunggu.
tak tau apa yang membuatku menunggumu. tapi aku masih menunggu.
malam mulai merayap.
aku harus pulang, pikirku.
tapi aku akan menunggumu.
besok, ketika pagi mulai menyapa, aku akan kembali ke bangku taman ini. duduk manis di sini. menunggumu.
...
saat ini mungkin kita belum bisa berjumpa.
saat ini mungkin masih banyak hal yang akan membuat kita belajar. belajar untuk mempersiapkan diri kita masing-masing. mempersiapkan diri untuk menjadi sesuatu yang tepat pada waktu yang tepat. pada saat nanti kita bertemu.
ya, nanti pasti kita akan bertemu.
entah, hari ini, entah besok, entah lusa...entah kapan...
tapi percayalah...aku menunggumu di bangku taman ini...
menunggumu sebagai wanita...
menunggumu sebagai seorang yang disiapkan Tuhan. HANYA UNTUKMU.
Selasa, 08 November 2011
biarlah tingal sepenggal...
pagi ini mendung...
pagi ini hati ku bersuka cita...entah karena apa...
tapi ketika aku tiba-tiba mengingatmu kembali, hatiku menjadi mendung...sama seperti pagi ini...
aku berharap di tengah mendung yang menggantung ini, masih ada berkas-berkas cahaya matahari yang menghangatkan..
aku berharap masih ada sepenggal cinta tertinggal di hatimu...
biarlah itu sepenggal, asal tetap tersimpan...
biarlah itu sepenggal, asal itu untukku...
biarlah sepenggal...karena itu sudah cukup menguatkanku...
pagi ini hati ku bersuka cita...entah karena apa...
tapi ketika aku tiba-tiba mengingatmu kembali, hatiku menjadi mendung...sama seperti pagi ini...
aku berharap di tengah mendung yang menggantung ini, masih ada berkas-berkas cahaya matahari yang menghangatkan..
aku berharap masih ada sepenggal cinta tertinggal di hatimu...
biarlah itu sepenggal, asal tetap tersimpan...
biarlah itu sepenggal, asal itu untukku...
biarlah sepenggal...karena itu sudah cukup menguatkanku...
Kamis, 27 Oktober 2011
hujan pagi...
pagi ini denpasar diguyur hujan...hujan yang sudah lama dinantikan...
ya, beberapa hari atau minggu ini udara di denpasar sangat sangat panas dan gerah...siang, malam, sama saja...panas dan gerah...
pagi ini mendung...mendung pembawa hujan...
...
hatiku pagi ini sama seperti cuacanya...tidak cerah...
aku lebih memilih kata tidak cerah untuk menggambarkan hatiku, karena kupikir hatiku tak terlalu suram seperti mendung pagi ini...
namum aku berharap hati yang tidak cerah ini akan membawa kesejukan dalam hidupku...
aku ingin melangkah, meninggalkan semua kenangan dan harapanku akanmu...
aku berpikir, kamu sudah tidak ingin ditunggu lagi olehku,,,jadi...mengapa aku harus menunggumu?
jika yang ditunggu sudah tak ingin ditunggu, mengapa harus menyia-nyiakan waktu untuk menunggu?
kamu pun ingin aku untuk membuka hati jika ada yang lain...jadi...apakah aku akan selalu menutup hati untuk orang lain karena mu?
...
kadang aku merasa ini semua tak cukup adil buatku...
mengapa? mengapa? dan mengapa?
pertanyaan mengapa ini sangat sering muncul di pikiranku...dan itu sangat banyak...
mengapa aku harus bertemu denganmu?
mengapa kamu dulu mengejarku?
mengapa aku cepat untuk menaruh hatiku padamu?
mengapa semua hal indah berlalu begitu saja, seolah-olah tak pernah ada?
mengapa kamu cepat sekali memutuskan hubungan kita?
mengapa tak ada penjelasan dan alasan yang cukup kuat untuk keputusanmu itu?
mengapa kamu begitu keras kepala?
hahhh....mengapa?
...
tapi kadang memang harus melalui banyak hal untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga...
mungkin dirimu belum terlalu berharga buatku...
mungkin memang kita tak bisa bersama-sama...
mungkin...Tuhan memang menginginkan kita seperti ini..
ah, bukan...bukan aku menyalahkan Tuhan...
aku hanya ingin bilang, Tuhan punya rencana...dan aku pastikan itu rencana yang indah...sangat indah..
namun, terkadang kita harus lewat jalan yang sulit untuk menikmati keindahannya...
ya, pasti akan indah pada waktuNya...
hal yang tidak mengenakkan, tidak berarti itu tidak baik...
tetaplah percaya, Dia sudah menyediakan...
ya, beberapa hari atau minggu ini udara di denpasar sangat sangat panas dan gerah...siang, malam, sama saja...panas dan gerah...
pagi ini mendung...mendung pembawa hujan...
...
hatiku pagi ini sama seperti cuacanya...tidak cerah...
aku lebih memilih kata tidak cerah untuk menggambarkan hatiku, karena kupikir hatiku tak terlalu suram seperti mendung pagi ini...
namum aku berharap hati yang tidak cerah ini akan membawa kesejukan dalam hidupku...
aku ingin melangkah, meninggalkan semua kenangan dan harapanku akanmu...
aku berpikir, kamu sudah tidak ingin ditunggu lagi olehku,,,jadi...mengapa aku harus menunggumu?
jika yang ditunggu sudah tak ingin ditunggu, mengapa harus menyia-nyiakan waktu untuk menunggu?
kamu pun ingin aku untuk membuka hati jika ada yang lain...jadi...apakah aku akan selalu menutup hati untuk orang lain karena mu?
...
kadang aku merasa ini semua tak cukup adil buatku...
mengapa? mengapa? dan mengapa?
pertanyaan mengapa ini sangat sering muncul di pikiranku...dan itu sangat banyak...
mengapa aku harus bertemu denganmu?
mengapa kamu dulu mengejarku?
mengapa aku cepat untuk menaruh hatiku padamu?
mengapa semua hal indah berlalu begitu saja, seolah-olah tak pernah ada?
mengapa kamu cepat sekali memutuskan hubungan kita?
mengapa tak ada penjelasan dan alasan yang cukup kuat untuk keputusanmu itu?
mengapa kamu begitu keras kepala?
hahhh....mengapa?
...
tapi kadang memang harus melalui banyak hal untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga...
mungkin dirimu belum terlalu berharga buatku...
mungkin memang kita tak bisa bersama-sama...
mungkin...Tuhan memang menginginkan kita seperti ini..
ah, bukan...bukan aku menyalahkan Tuhan...
aku hanya ingin bilang, Tuhan punya rencana...dan aku pastikan itu rencana yang indah...sangat indah..
namun, terkadang kita harus lewat jalan yang sulit untuk menikmati keindahannya...
ya, pasti akan indah pada waktuNya...
hal yang tidak mengenakkan, tidak berarti itu tidak baik...
tetaplah percaya, Dia sudah menyediakan...
Senin, 10 Oktober 2011
sebuah penantian...
dalam lelahku aku berjalan...
dalam diamku aku bersedih...
tak tau arah, tak tau ujung pemikiranku ini...
air mataku menetes satu per satu mengiringi kepergianmu..
entah untuk sementara, atau untuk selamanya engkau menghilang dari keseharianku...
aku lelah menangis...
aku lelah bersedih...
aku masih ingin menunggumu..
...
aku duduk dalam hujan...
menunggu engkau wahai pangeran...
entah sampai kapan ragaku mampu menunggu...
entah sampai kapan jiwaku mampu bertahan...
jika nanti engkau mendapati aku tak lagi duduk di sini untuk menanti...
itu bukan karena aku tak sabar untuk menanti..
itu bukan karena aku lebih memilih meninggalkanmu untuk yang lain..
tapi mungkin itu karena aku sudah tak sanggup lagi...
ragaku boleh lelah...
jiwaku boleh layu...
tapi cinta yang pernah ada untukmu ini, akan tetap tersimpan di hati...
tersimpan dalam kotak kenangan..
dan jika cinta itu sudah tak boleh diberikan untukmu,
aku akan mengunci rapat-rapat kotak kenanganku untukmu...
namun...
sampai saat ini...dan mungkin sampai beberapa waktu ke depan...
aku berani memastikan bahwa kotak kenangan untukmu masih belum memiliki kunci..
holong do rohaku tu ho, hasian...
dalam diamku aku bersedih...
tak tau arah, tak tau ujung pemikiranku ini...
air mataku menetes satu per satu mengiringi kepergianmu..
entah untuk sementara, atau untuk selamanya engkau menghilang dari keseharianku...
aku lelah menangis...
aku lelah bersedih...
aku masih ingin menunggumu..
...
aku duduk dalam hujan...
menunggu engkau wahai pangeran...
entah sampai kapan ragaku mampu menunggu...
entah sampai kapan jiwaku mampu bertahan...
jika nanti engkau mendapati aku tak lagi duduk di sini untuk menanti...
itu bukan karena aku tak sabar untuk menanti..
itu bukan karena aku lebih memilih meninggalkanmu untuk yang lain..
tapi mungkin itu karena aku sudah tak sanggup lagi...
ragaku boleh lelah...
jiwaku boleh layu...
tapi cinta yang pernah ada untukmu ini, akan tetap tersimpan di hati...
tersimpan dalam kotak kenangan..
dan jika cinta itu sudah tak boleh diberikan untukmu,
aku akan mengunci rapat-rapat kotak kenanganku untukmu...
namun...
sampai saat ini...dan mungkin sampai beberapa waktu ke depan...
aku berani memastikan bahwa kotak kenangan untukmu masih belum memiliki kunci..
holong do rohaku tu ho, hasian...
Langganan:
Postingan (Atom)