Senin, 10 Oktober 2011

sebuah penantian...

dalam lelahku aku berjalan...
dalam diamku aku bersedih...
tak tau arah, tak tau ujung pemikiranku ini...
air mataku menetes satu per satu mengiringi kepergianmu..
entah untuk sementara, atau untuk selamanya engkau menghilang dari keseharianku...

aku lelah menangis...
aku lelah bersedih...

aku masih ingin menunggumu..

...

aku duduk dalam hujan...
menunggu engkau wahai pangeran...
entah sampai kapan ragaku mampu menunggu...
entah sampai kapan jiwaku mampu bertahan...

jika nanti engkau mendapati aku tak lagi duduk di sini untuk menanti...
itu bukan karena aku tak sabar untuk menanti..
itu bukan karena aku lebih memilih meninggalkanmu untuk yang lain..
tapi mungkin itu karena aku sudah tak sanggup lagi...

ragaku boleh lelah...
jiwaku boleh layu...
tapi cinta yang pernah ada untukmu ini, akan tetap tersimpan di hati...
tersimpan dalam kotak kenangan..

dan jika cinta itu sudah tak boleh diberikan untukmu,
aku akan mengunci rapat-rapat kotak kenanganku untukmu...

namun...
sampai saat ini...dan mungkin sampai beberapa waktu ke depan...
aku berani memastikan bahwa kotak kenangan untukmu masih belum memiliki kunci..

holong do rohaku tu ho, hasian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar