Selasa, 06 Desember 2011

pekat

hatiku berjalan menuju ke antah berantah...


...
hitam...keras...dan pahit...
rasanya terlalu pekat...
entah karena marah, entah karena kecewa...yang pasti rasa ini pedih dan pekat...

terus berjalan dan mencoba tegar...
meninggalkan setiap kenangan indah...setiap rasa manis yang pernah tercecap...

...
jauh...aku sudah jauh berjalan meninggalkan rasa manis itu. mungkin aku sudah lupa bagaimana rasa manis itu. mungkin aku sudah mati rasa.
apa itu manis, apa itu pahit?
ah, rasanya sama saja...
bibirku tersenyum, mulutku tertawa...tapi itu palsu...
senyum dan tawaku adalah tamengku. tameng untuk melindungi hatiku yang rapuh. untuk menyembunyikan hatiku yang hampir mati.
...

aku semakin jauh berjalan dalam kegelapan ini. kepekatan yang tak tau di mana ujungnya.
sekelilingku terasa hambar, tak berbumbu. hanya bertabur rasa pahit.
semakin hari, hati ini kurasakan semakin keras. keras dan gersang. keras dan menjadi cadas.

hati ini sedang tak bisa ditanami.
hati ini sedang tak mau memberi kesempatan untuk tumbuh.
hati ini hanya bisa mematikan.

...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar