Rabu, 31 Juli 2013

Seharusnya..ah, ini hanya anganku..

Aku duduk di tengah keramaian manusia taman, bercengkerama dengan alam, menikmati tiupan lembut angin pantai. Sekelompok pemusik sedang menunaikan tugas yang telah menjadi hobi mereka. Bermusik menghibur penikmat alam. Suasana yang sempurna untuk mengantarku berjalan bersama anganku. Berjalan bersama kenangan. Ah, selalu saja kenangan.
Petikan gitar berpadu tabuhan drum membentuk harmoni mengiringi lagu-lagu romantis yang mengalun merdu. Ini menyenangkan jiwa. Sungguh, seharusnya ini menjadi menyenangkan. Seharusnya. Namun, tidak bagi jiwaku. Tidak untuk sekarang.
Tak usah tanya mengapa, karena aku pun tak akan bisa meberi jawabnya.
Seharusnya engkau ada di sini. Seharusnya ini menjadi kisah romantis kita. Seharusnya hati dan jiwa kita bersatu bersama lagu. Aku akan meletakkan kepalaku ke pundakmu. Engkau akan menggenggam erat jemariku. Suatu keyakinan akan kebersamaan yang tak akan lekang oleh waktu. Kita, lagu, dan waktu.
Ini hanya anganku. Angan yang terbang bebas membentangkan sayapnya. Angan yang akan berjalan seiring dengan kenangan.
Sampai jumpa wahai engkau dalam kenangan. Sampai jumpa ketika angan telah menjadi nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar