...
arrgghh....sakit sekali kepalaku...
aku berusaha membuka mataku pagi ini. Namun rasa pening ini membuatku mengurungkan niatku dan kembali memejamkan mataku. Kepalaku terlalu sakit untuk kupaksakan bangun. Dan akhirnya aku kembali memejamkan mataku dan berusaha untuk tertidur lagi.
...
hmm...sinar matahari sudah mulai masuk ke kamarku dari celah-celah gorden biruku. ternyata hari sudah mulai siang. dan kepalaku masih terasa sakit. tapi akhirnya aku memaksakan diriku untuk beranjak dari tempat tidurku. awalnya aku hanya duduk sambil menyesuaikan keseimbanganku sebelum mulai melangkah. dan sekarang aku sudah berada di dapur kecilku. aku membuka lemari gantung kecil di atas kompor. mengambil bbuk kopi kesukaanku, mengambil beberapa sendok teh bubuk tersebut dan menambahkan creamer dalam cangkirku.
bau harum kopi ini membuatku sedikit relaks. dan setidaknya mengurangi sedikit sakit di kepalaku.
aku duduk di kursi malasku dan mulai menikmati kopiku sambil mengingat-ingat kejadian semalam. kejadian yang kupikir menjadi salah satu sebab munculnya rasa sakit di kepalaku.
...
malam itu aku terlalu lelah untuk menunggu. menunggu seseorang yang sangat aku cintai pulang dari tempat kerjanya. seorang yang gila kerja. ya, kegilaan pada pekerjaannya itu lah salah satu pemicu pertengkaran kami.
kekasihku adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan ternama. dia adalah seorang yang rajin dalam melakukan pekerjaannya. dan saking rajinnya, dia sering sekali pulang larut bahkan pagi. huhh...menyebalkan.
bukan aku tak suka dia bekerja keras, tapi aku juga ingin mendapatkan sedikit dari waktunya untuk kebersamaan kami.
ah, ya...mungkin kau pikir aku ini seorang yang egois. tapi ini lah yang kurasa. kekasihku terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai aku merasa dia lebih mementingkan pekerjaannya dari pada hubungan kami.
bagaimana mungkin suatu hubungan akan terus berjalan jika tak ada komunikasi??
sudah beberapa hari ini kekasihku tak sempat meneleponku. sms pun dapat dihitung dengan jari. apalagi waktu untuk bertemu...jangan terlalu berharap.
dan semalam...adalah puncak dari kelelahanku menunggunya. aku sudah menunggu dengan kelelahanku untuk sebuah balasan sms darinya. tapi balasan itu mengecewakanku. dia hanya membalas bahwa dia sudah sampai di rumahnya dan tak bisa menelepon.
hahh??sia-sia lah aku menunggu.
padahal esok harinya adalah hari libur buat kami berdua. namun, libur kali ini pun akan dia habiskan bersama temannya.dan itu menjadi penyebab lain kekesalanku.
aku tak bisa melakukan apa pun dengan kekesalanku ini. aku hanya bisa mengirimkan sms untuknya dengan isi bahwa aku merasa sangat sedih karena dari 24 jam waktu nya, aku tak bisa mendapatkan 5 menit untuk mengobrol.
aku hanya bisa menangis di kamar. ditemani malam yang sepi. menangis untuk beberpa lama. menangis karena tak tau lagi harus berbuat apa. aku terlalu kesal. tetapi aku terlalu sayang kepada kekasihku ini.
dan pagi ini aku bangun dengan sisa-sisa tangisku semalam. sisa kesakitanku.
...
kembali meneguk kopiku dan mulai berpikir...ternyata suatu hubungan tidak cukup hanya didasarkan oleh cinta, tetapi juga komunikasi yang baik dan waktu yang berkualitas.
...
tegukan terakhir dari kopiku membuatku sadar. aku tak boleh hanya duduk di sini. aku harus mengambil keputusan. meninggalkan sakitku dan meninggalkannya. berhenti untuk mengharapkan waktunya. atau tetap berusaha mengertinya.
...
aahh...ternyata cinta membutuhkan banyak pengorbanan...
tapi aku tetap mencintaimu, kekasihku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar