Sabtu, 28 Mei 2011

kita akan bertemu lagi

tergolek lemah di tempat tidurku membuatku banyak berpikir. berpikir tentang hal menyenangkan yang pernah kulalui dulu, berpikir tentang sakit yang kualami, bahkan tidak jarang aku berpikir untuk mengakhiri hidupku.

ini tahun ke 4 ku aku tidak dapat beraktivitas seperti manusia normal. beberapa waktu sebelumnya aku masih bisa berjalan keluar rumah. namun sekarang....untuk duduk saja aku harus dibantu. makan disuapi. mandi, dimandikan. aku tak mampu melakukan hal-hal kecil yang biasa dilakukan orang normal.
sakit ini kadang membuatku marah. aku harus tergantung orang lain, tapi tak jarang orang lain tak mengerti apa yang aku mau. aku ingin menikmati udara segar di luar sana, bukan tergolek lemah di tempat tidur ini. aku ingin melihat cucuku melakukan aktivitasnya, bercanda dan tertawa bersamaku. aku ingin melihat orang lalu lalang di jalan. aku ingin...aku ingin kembali seperti dulu...manusia normal yang melakukan aktivitasnya...

rasanya sepi sekali di tempat tidur ini sendiri. rasanya sedih sekali ketika mengetahui cucuku tertawa tapi aku tak bisa ikut tertawa bersama mereka.
tapi...aku sadar...mereka manusia normal. mereka punya aktivitasnya. mereka tak bisa terus menerus ada di sampingku, menemaniku, bercerita padaku, atau hanya sekedar duduk diam di sampingku.
mungkin aku telah menjadi beban mereka. penyakit tuaku ini membuatku tak bisa berbuat apa-apa. hanya pasrah.

hal yang kunanti-nantikan adalah ketika ada orang yang menjengukku. entah itu anakku, cucuku, tetanggaku, ataupun orang-orang dari gereja. walaupun tak lama, tapi aku merasakan ada semarak di dadaku. seakan bangkit kembali semangatku untuk melanjutka hidupku.
aku ingat ketika cucuku pulang dari tempat nya merantau dan membawakanku kue. rasa kue itu enak sekali. enak bukan karena kuenya, tapi karena cinta kasihnya yang kurasakan.
aku ingat ketika cucuku berpamitan pulang, ada uang yang dia tinggalkan untukku. aku tau aku tak bisa memakainya. aku pun tau cucuku mengerti akan hal itu. tapi aku senang menerimanya karena itu bentuk perhatiannya.

satu hal yang terus membuatku kembali untuk bersemangat dan melanjutkan hidupku ketika aku mulai berpikir untuk mengakhiri hidupku adalah cinta dari suamiku. suami yang sangat setia menemaniku. suami yang sangat sabar menolongku dan merawatku. suami...yang pasti mencintaiku.
aku pun mencintaimu, suamiku. meskipun kadang, ah sering kali aku memarahimu dan membentakmu karena kamu tidak mendengar perkataanku. aku tau, kamu tak sengaja melakukannya. itu karena pendengaranmu mulai berkurang akibat dimakan usia.
aku ingat kamu selalu memandikanku, menyisirku, menyuapiku, bercerita untukku, dan banyak hal lain yang telah kamu lakukan untukku.

tetapi sekarang....
mungkin waktuku di dunia ini cukup sampai sekarang saja. mungkin ragaku harus beristirahat untuk selamanya. mungkin mataku harus tertutup. ya, mungkin inilah saatnya aku kembali ke rumah Bapa.
jangan bersedih suamiku. aku memang meninggalkanmu saat ini, tapi kita pasti berjumpa di rumah Bapa.
jika kamu mulai kesepian, ingatlah, kita akan bertemu lagi.
jika kamu mulai merindukanku, ingatlah, kita akan bertemu lagi.
itu saja...ingatlah kita akan bertemu lagi.
anakku, cucu-cucu ku...
jangan sedih kutinggalkan. kita akan bertemu lagi.

terima kasih untuk setiap cinta dan perrhatian yang kalian beri. aku akan meninggalkan kalian. tapi ingatlah, kita akan bertemu lagi.

Kamis, 26 Mei 2011

perjalanan kenangan

entah akan hujan, entah tidak...tpi rasanya malam ini langit terang...terlihat bintang bersinar memancarkan senyumnya. senyum cemerlangnya...
aku duduk di balkon rumahku, tempat favoritku jika ingin sendiri..
menikmati angin sejuk, agak dingin...
entah akan hujan, entah tidak...tapi kupikir malam ini tak akan menjadi malam yang gerah...
angin malam berkejaran memberikan tariannya, tarian semilirnya...
aku duduk memandang langit, memandang bintang..
langit hitam namun cantik...cantik karena sinar manis sang bintang...
aku duduk ditemani segelas kopi yang akan menjaga mataku tetap terbuka sambil memandangi bintang satu per satu...mencoba menghitung, namun aku tau tak akan dapat kuhitung...

pikiranku kemudian berlari menjelajah alam ingatanku, menyusuri  liku-liku kenangan yang terbentuk..
kadang lariku kuperlambat...terlihat anak kecil berlari-lari riang berkejaran dengan impiannya...
kemudian kakiku berhenti di sebuah gedung tua tempat menimba ilmu, dan waktu itu hujan...ah, hujan..hujan dan kenangan...
tiba-tiba aku sudah tiba di sebuah taman penuh bunga, dan aku mencium wangi bunga yang sangat kusuka...wangi yang kuidentifikasikan dengan wangi yang manis..
sejenak aku berhenti, menikmati aroma manis yang mempesona...
tapi kemudian sesuatu jatuh dan menimpa kepalaku...cukup sakit, tapi aku rasa aku baik-baik saja...
aku lihat benda yang baru saja jatuh menimpaku itu...oh, ternyata buah kering yang jatuh dari rantingnya...
aku kembali meneruskan perjalanan kenanganku...
aku sampai di sebuah mata air...sejuk sekali rasanya jika aku bisa berendam di sana..
lalu kuputuskan untuk berendam sejenak, melepas lelahku dan menyegarkan badanku...
senang...tenang...
tapi itu tak lama...
sesuatu memaksaku naik ke tepian..entah sesuatu itu apa, tapi aku merasa takut berada di dalam air itu...
aku segera beranjak dan menjauh dari mata air itu..

kembali menyusuri jalanku...

kemudian aku tiba di depan sebuah kerajaan...
megah sekali..
kokoh sekali..
sangat mengagumkan..

dan tiba-tiba...
seseoarang memanggilku dari dalam..
aku seperti mengenal suaranya, suara yang sangat kusayangi..
ah...ternyata itu kamu..
memanggilku dari  dalam rumah dan menyuruhku masuk..
hmm...baiklah...sampai di sini petualangan kenanganku...
tak menunggu untuk dipanggil ketiga kalinya, aku pun masuk menyongsongmu yang baru saja pulang dari tempatmu bekerja..

Kamis, 16 Desember 2010

Satu Hujan Untuk Tiga Cinta

Dua orang gadis terpisah oleh jarak yang cukup jauh. Mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda. Mempunyai kegiatan yang berbeda. Namun keduanya mencintai pria yang sama. Pria dengan tampang tak terlalu tampan. Pria dengan kepribadian yang menarik.

Gadis I
Pagi yang cerah. Aku bersemangat menjalani hariku.
Hari ini adalah hariku mengajar. Ya, aku harus mengajar les beberapa anak untuk menambah uang sakuku. Tapi aku senang. Aku suka anak-anak dan aku juga suka mengajar, jadi pekerjaan ini bukanlah hal yang harus dikeluhkan. Justru aku sangat menunggu-nunggu hari-hari di mana aku harus mengajar.
Namun ternyata hariku tak secerah bayanganku. Aku mendapatkan sms dari seseorang yang aku cintai. Sms yang membuatku sedih. Sangat sedih. Sms yang memberiku pengertian bahwa tak seharusnya aku menunggunya. Seseorang yang kucintai sedang tertarik dengan seorang gadis di seberang sana. Ya..seharusnya memang aku tak menunggunya. Dulu memang dia pernah memberiku harapan, tapi kini dia sudah berada jauh di seberang pulau. Dan mungkin kini dia telah menemukan seseorang yang bisa mengisi hatinya. Seseorang yang menarik untuknya.
Pagiku yang cerah kini menjadi sore yang hujan.

Gadis II
Sore ini hujan. Mendung gelap menggelantung.
Aku duduk di depan laptopku. Menjelajah dunia maya di tengah kesibukan otakku yang sudah lelah dengan rutinitasnya. Kelelahan otak karena tugas-tugasku yang menumpuk.
Iseng-iseng aku membuka facebook. Dan akupun membuka akunmu. Aku melihat ada nama gadis itu. Iseng aku membukanya. Aku lihat wallnya. Aku membaca beberapa statusnya. Aku melihat foto-fotonya. Aku melihatmu di sana bersamanya. Mesra.
Dari status-statusnya akhir-akhir ini, nampaknya dia sedang patah hati. Gadis di seberang...apakah kau terluka? Apakah kau patah hati karna nya?
Pria unik yang menarik...apakah kau membuatnya patah hati?
Sempat aku merasa GR. Aku pikir itu karena aku. Tapi lalu aku menjauhkan pikiranku itu. Aku ingat beberapa hari yang lalu, aku melihatmu sedang bercanda dengan seorang gadis. Kau tampak senang sekali. Dan hari berikutnya, aku melihatmu menjemput gadis itu.
Sore ini hujan. Tapi aku berharap esokku menjadi cerah.

Pria
Aku berada di persimpangan. Di antara tiga makhluk Tuhan yang luar biasa. Dan aku pun bingung menentukan ke arah mana kakiku melangkah. Apakah aku akan kembali bersamanya yang menungguku di seberang sana...ataukah aku harus berjalan bersama seseorang yang juga menarik dan juga mencintaiku di sini...atau aku harus mengejar gadis cantik yang belum tentu punya rasa terhadapku?
Hujan sore ini...akankah kau menjawabnya?

Jumat, 29 Januari 2010

wanitaku...apakah ini cinta tak berujung?

Aku ini hanyalah seorang lelaki tua yang kesepian. Sepi dan hampa rasanya hidup ini tanpa seorang pendamping setia yang telah lebih dari setengah abad menemaniku.
Dulu aku mengejarmu. Ya, dulu aku begitu gigih mengejarmu. Tak kupedulikan berapa jarak usia kita. Aku masih terlalu muda untuk mencintai engkau yang sudah menjadi janda. Sungguh, aku tegila-gila padamu.
Tapi usahaku tak pernah menjadi sia-sia. Kau pun akhirnya bisa kudapatkan. Menjadi milikku sepenuhnya. Kemudian kita membangun perahu rumah tangga kita. Kita dianugerahi seorang anak perempuan yang cantik. Dan kupikir itu cukup untuk membuat kita bahagia.
Kita hidup sederhana di gubuk kecil, tapi Tuhan sungguh masih memelihara kita. Bahkan kita mampu menyekolahkan anak kita sampai ke tingkat sekolah menengah atas. Jenjang sekolah yang cukup tinggi untuk orang semiskin kita. Dan anak kita pun tak pernah mengeluh dengan keadaan kita.
Dulu wanitaku selalu bangun pagi-pagi buta, memasak cukup banyak makanan. Tapi tentu saja makanan yang banyak itu bukan untuk keluarga kecil kita, masakan itu untuk kau jual demi kita menambah keuangan kita. Bahkan kau pernah membatik untuk membayar uang sekolah anak kita. Apapun kau lakukan demi kasihmu pada anak kita, demi dia bersekolah dengan layak, dengan harapan bisa memperbaiki kondisi keluarga kita.
Dan kau tau, wanitaku? Kita berhasil. Anak kita bisa menyelesaikan sekolahnya dengan baik dan sekarang dia menjadi pegawai negeri. Suatu kebanggaan bagi rakyat kecil macam kita ini.
Anak kita telah member 4 orang cucu buat kita. Dan semuanya cukup untuk mendapatkan haknya bersekolah. Anak kita juga telah berhasil menyekolahkan cucu-cucu kita sampai tingkat perguruan tinggi. Suatu kemajuan bila dibandingkan dengan kehidupan kita dulu. Itu artinya kita telah berhasil, wanitaku. Kita berhasil memperbaiki kehidupan keturunan kita. Dan aku tau, tanpamu, semuanya itu tak akan tercapai.
Seiring berjalannya waktu, kita menjadi tua. Tapi aku bersyukur, aku masih bersamamu. Menjadi tua bersamamu adalah sesuatu yang indah yang Tuhan beri padaku.
Usia senja telah merenggut kesehatanmu. Beberapa tahun sudah wanitaku menghabiskan sebagian besar waktunya terbaring di tempat tidurnya. Berjalan hanya jika ingin ke kamar mandi atau sekedar ke ruang depan untuk melihat suasana yang sedikit berbeda. Namun itu pun tak lama. Pada akhirnya wanitaku hanya mampu terbaring dan tak lagi bisa menopang berat tubuhnya dengan kakinya. Dia terbaring di tempat tidurnya selama berbulan-bulan bahkan mungkin sudah masuk hitungan tahun. Hanya bisa duduk, dan selebihnya adalah terbaring.
Usiamu telah merenggut ceriamu. Suara yang dulu sering terdengar pedas karena sifat pemarahmu, telah berubah menjadi rintihan yang menyakitkanku.
Tapi percayalah, aku tak akan meninggalkanmu, wanitaku. Aku akan mengurus setiap keperluanmu, makananmu, minumanmu. Bahkan aku akan menyisir rambut putihmu yang mulai rontok. Dan aku akan membuang kotoran yang mungkin untuk sebagian orang itu mejijikkan. Aku akan merawatmu dengan kasih yang masih sama seperti pertama kali aku mencintaimu.
Dan hari itu, kau meninggalkanku. Meninggalkanku untuk selamanya. Tak akan pernah menemaniku lagi dalam sepiku. Kau terbujur kaku di kotak putih itu. Dingin. Pucat. Tapi kau tetap cantik, wanitaku. Senyummu tetap mempesonaku.
Kini aku sendiri. Sepi dan hampa tanpa dirimu. Tapi hati ini masih milikmu. Cinta ini masih ada di hati dan tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. Aku masih mencintaimu sama seperti ketika aku mencitaimu pertama kali.

Sayup-sayup lagu “Saat aku lanjut usia” mengiringi langkah kesendirianku tanpamu.

….genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama dingin dan panas dunia
Saat kaki tlah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain….

Kamis, 27 Agustus 2009

Mengenangmu...

aku termenung...
mendengar sebuah lagu dari utopia berjudul hujan..
pikiranku melayang...melayang ke waktu itu...
waktu di mana aku baru mengenalmu...waktu itu hujan turun...
cukup lama hujan turun...dan waktu pun sudah malam...sudah seharusnya aku pulang...
tapi apa mau dikata, hujan menahan kita...
sebenernya gak cuma kita berdua yang tertahan hujan, temen2 kita juga ada di sana...
tapi entah kenapa kamu selalu ada di dekatku...mengajakku berbincang...bercerita, entah apa yang kita bicarakan waktu itu...tapi aku merasa nyaman ada di dekatmu...
ah, aku hanya terkenang saja akan waktu itu...
kamu mungkin gak akan inget kalo kita pernah lewati waktu itu..
mm..tapi gak masalah...bagiku mengenang waktu itu merupakan sesuatu yang menimbulkan kesenangan...ya, kamu lah kesenangan itu...dan kamu lah kesenanganku, sampai saat ini...

aku inget..besoknya, hujan turun lagi...
waktu itu kamu berjanji mau antar aku pulang...
tapi entah knapa, kamu lupa...kamu malah mengantar temenmu yang laen..
tapi gak papa...gak masalah buatku...karna aku masih bisa pulag dengan diantar temen yang laen...
lagi2 aku hanya mengenangmu...
mengenangmu untuk kesekian kalinya...dan kamu tetap menjadi kesenanganku...
sampai sekarang aku gak bosan melakukannya...
gak pernah bosan mengenangmu..ya, sampai saat ini sih..karna kamu kesenanganku...

mengenangmu...
aku gak tau kata2 ini tepat atau gak...
tapi aku suka dengan istilah mengenangmu...
mengenangmu bukan berarti kmu tak ada di sini saat ini...kamu ada kok di sini..aku masih bisa menemukanmu...
aku masih bisa bertemu denganmu, berbincang denganmu, bahkan curhat padamu...
tapi aku tetep suka memakai istilah mengenangmu...
karna mengenangmu berarti memikirkan dan menyimpannya dalam sebuah kotak bernama kenangan...
kotak yang akan selalu kubuka untukmu...sampai aku harus menutupnya...

Senin, 10 Agustus 2009

Untukmu...

Untukmu yang mungkin tak pernah membaca tulisanku, untukmu yang mungkin membacanya tapi tak pernah memberi komentar apa pun...

Hari ini, seperti juga hari sebelumnya, aku terbangun dengan pikiran yang terisi olehmu..
Pikiran yang masih belum mengerti arti dari sikapmu..
Kadang kau bersikap seperti ada suatu rasa terhadapaku (apakah itu hanya anganku?)..kadang kau bersikap seolah2 aku ini orang lain..
Yah..mungkin itu hanya perasaanku..

Aku tak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan yang menyesakkanku ini...aku tak punya keberanian untuk melakukannya...karna aku hanyalah wanita yang sangat biasa...wanita yang tak punya kelebihan...
Tapi aku sadar, bahwa aku sungguh mengasihimu...
Dan saat ini aku masih mengasihimu...
Sebentar lagi (mungkin), saat penentuan itu tiba...penentuan di mana aku harus mengubur rasa ini ataukah masih bisa memeliharanya..penentuan apakah aku masih bisa sering berjumpa denganmu ataukah akan kehilangan mu...
Dan saat ini aku merasa takut jika waktu itu tiba...aku takut jika aku tak bisa lagi mengasihimu sama seperti sekarang ini...aku takut jika aku harus kehilanganmu...
Lalu apa yang harus kulakukan...ingin rasanya tak berdiam diri...namun aku hanya bisa terpaku di tempatku berada...
Aku takut jika aku melakukan sesuatu, itu akan berakibat buruk..aku takut itu akan merusak apa yang ada sekarang ini...
Oh, sungguh aku dalam rasa yang membingungkanku...
Namun...satu hal telah kutetapkan...aku akan tetap mengasihimu...sampai aku tidak diperbolehkan lagi untuk mengasihimu..karna TUHAN telah memberikan kasih itu kepadaku...

Rabu, 17 Juni 2009

Tempat sampah

tiap manusia butuh teman...itu pasti...
kadang teman udah kaya tempat sampah buat kita...tempat di mana kita bisa buang kesedihan dan semua yang mengganggu pikiran kita..
tapi apa jadinya ya kalo tempat sampah itu terus2an jadi tempat sampah...terus2an nampung sampah dari mana2?
mungkin tempat sampah itu akan jadi jelek banget yah...kotor, dekil, bau lagi...
kasian ya, kalo tempat sampah itu jadi kotor, dekil dan bau...padahal kita membutuhkannya...tapi apakah kita juga sadar kalo kita harus merawatnya juga?

beberapa waktu lalu ada sebuah kejadian yang membuat aku males banget dengerinnya...
walaupun aku sering jadi tempat sampah, tpi kli ini aku memutuskan untuk menutup tempat untuk sementara...
sebenernya juga orang ini gak langsung cerita ke aku...tapi dari tempat ku duduk, kedengaranlah ceritanya itu, walau samar2..jdi aku gak mau terlalu memperhatikan percakapan mereka..tapi tetep aja ada lah yang nyampe di telingaku ini..

aku gak tau apakah orang itu membutuhkan tempat sampah, atau sekedar pembelaan diri biar namanya gak terlihat buruk...
dia bercerita seolah olah bukan dia yang salah, tapi orang lain yang diceritakannya itu yang salah...
hhfff...aku cuma bisa menghela nafas...sambil berpikir, untung bukan aku yang dijadikan tempat sampahnya..
aku males dengerin orang ngeluh terus..aku males dengerin orang jelekin orang laen..aku males banget dengerin permasalahan orang yang seharusnya gak perlu orang laen tau...

aku sempet berpikir ketika orang selalu ngeluh, selalu jelekin orang dengan kata2 nya kepada seseorang yang lain, berarti saat itu dia sedang membuang sampah yang bener2 busuk..sampah yang mungkin sudah tidak bisa didaur ulang atau pun digunakan ulang lagi...
klo udah seperti itu...mau dikemanakan ya sampahnya?
mau dibuang ke tempat laen lagi?
sepertinya kurang bijak kalo aku membuangnya ke tempat laen lagi..karna itu bisa aja membuat orang laen terluka atau juga bisa membuat hubungan beberapa orang menjadi buruk...
jadi harus dikemanakan dunk?
apakah harus disimpen sendiri?
gak akan busukkah?
hmmm....ternyata tidak...
aku baru sadar, setiap manusia yang mau untuk menjadi sebuah tempat sampah, dia harus mau menyimpan apapun sampah yang dibuang kepadanya...walaupun itu sangat sangat busuk...
dan ternyata, tempat sampah itu gak akan ikut kotor, dekil n bau lho klo si tempat sampah itu bisa mengatur sampah2 yang ada di dlamnya dengan baek..

emang sih, sebuah tempat sampah juga butuh tempat sampah laen agar dirinya gak jadi busuk...tapi bukan berarti sampah2 yang dibuang ke dalamnya harus dikeluarkan juga..

eh, tunggu...kayanya bukan cuma orang ya yang bisa dijadiin tempat sampah...sekarang pun aku lagi membuang sebagian sampah yang tak tertampung olehku lagi...hehe...