entah akan hujan, entah tidak...tpi rasanya malam ini langit terang...terlihat bintang bersinar memancarkan senyumnya. senyum cemerlangnya...
aku duduk di balkon rumahku, tempat favoritku jika ingin sendiri..
menikmati angin sejuk, agak dingin...
entah akan hujan, entah tidak...tapi kupikir malam ini tak akan menjadi malam yang gerah...
angin malam berkejaran memberikan tariannya, tarian semilirnya...
aku duduk memandang langit, memandang bintang..
langit hitam namun cantik...cantik karena sinar manis sang bintang...
aku duduk ditemani segelas kopi yang akan menjaga mataku tetap terbuka sambil memandangi bintang satu per satu...mencoba menghitung, namun aku tau tak akan dapat kuhitung...
pikiranku kemudian berlari menjelajah alam ingatanku, menyusuri liku-liku kenangan yang terbentuk..
kadang lariku kuperlambat...terlihat anak kecil berlari-lari riang berkejaran dengan impiannya...
kemudian kakiku berhenti di sebuah gedung tua tempat menimba ilmu, dan waktu itu hujan...ah, hujan..hujan dan kenangan...
tiba-tiba aku sudah tiba di sebuah taman penuh bunga, dan aku mencium wangi bunga yang sangat kusuka...wangi yang kuidentifikasikan dengan wangi yang manis..
sejenak aku berhenti, menikmati aroma manis yang mempesona...
tapi kemudian sesuatu jatuh dan menimpa kepalaku...cukup sakit, tapi aku rasa aku baik-baik saja...
aku lihat benda yang baru saja jatuh menimpaku itu...oh, ternyata buah kering yang jatuh dari rantingnya...
aku kembali meneruskan perjalanan kenanganku...
aku sampai di sebuah mata air...sejuk sekali rasanya jika aku bisa berendam di sana..
lalu kuputuskan untuk berendam sejenak, melepas lelahku dan menyegarkan badanku...
senang...tenang...
tapi itu tak lama...
sesuatu memaksaku naik ke tepian..entah sesuatu itu apa, tapi aku merasa takut berada di dalam air itu...
aku segera beranjak dan menjauh dari mata air itu..
kembali menyusuri jalanku...
kemudian aku tiba di depan sebuah kerajaan...
megah sekali..
kokoh sekali..
sangat mengagumkan..
dan tiba-tiba...
seseoarang memanggilku dari dalam..
aku seperti mengenal suaranya, suara yang sangat kusayangi..
ah...ternyata itu kamu..
memanggilku dari dalam rumah dan menyuruhku masuk..
hmm...baiklah...sampai di sini petualangan kenanganku...
tak menunggu untuk dipanggil ketiga kalinya, aku pun masuk menyongsongmu yang baru saja pulang dari tempatmu bekerja..
aku duduk di balkon rumahku, tempat favoritku jika ingin sendiri..
menikmati angin sejuk, agak dingin...
entah akan hujan, entah tidak...tapi kupikir malam ini tak akan menjadi malam yang gerah...
angin malam berkejaran memberikan tariannya, tarian semilirnya...
aku duduk memandang langit, memandang bintang..
langit hitam namun cantik...cantik karena sinar manis sang bintang...
aku duduk ditemani segelas kopi yang akan menjaga mataku tetap terbuka sambil memandangi bintang satu per satu...mencoba menghitung, namun aku tau tak akan dapat kuhitung...
pikiranku kemudian berlari menjelajah alam ingatanku, menyusuri liku-liku kenangan yang terbentuk..
kadang lariku kuperlambat...terlihat anak kecil berlari-lari riang berkejaran dengan impiannya...
kemudian kakiku berhenti di sebuah gedung tua tempat menimba ilmu, dan waktu itu hujan...ah, hujan..hujan dan kenangan...
tiba-tiba aku sudah tiba di sebuah taman penuh bunga, dan aku mencium wangi bunga yang sangat kusuka...wangi yang kuidentifikasikan dengan wangi yang manis..
sejenak aku berhenti, menikmati aroma manis yang mempesona...
tapi kemudian sesuatu jatuh dan menimpa kepalaku...cukup sakit, tapi aku rasa aku baik-baik saja...
aku lihat benda yang baru saja jatuh menimpaku itu...oh, ternyata buah kering yang jatuh dari rantingnya...
aku kembali meneruskan perjalanan kenanganku...
aku sampai di sebuah mata air...sejuk sekali rasanya jika aku bisa berendam di sana..
lalu kuputuskan untuk berendam sejenak, melepas lelahku dan menyegarkan badanku...
senang...tenang...
tapi itu tak lama...
sesuatu memaksaku naik ke tepian..entah sesuatu itu apa, tapi aku merasa takut berada di dalam air itu...
aku segera beranjak dan menjauh dari mata air itu..
kembali menyusuri jalanku...
kemudian aku tiba di depan sebuah kerajaan...
megah sekali..
kokoh sekali..
sangat mengagumkan..
dan tiba-tiba...
seseoarang memanggilku dari dalam..
aku seperti mengenal suaranya, suara yang sangat kusayangi..
ah...ternyata itu kamu..
memanggilku dari dalam rumah dan menyuruhku masuk..
hmm...baiklah...sampai di sini petualangan kenanganku...
tak menunggu untuk dipanggil ketiga kalinya, aku pun masuk menyongsongmu yang baru saja pulang dari tempatmu bekerja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar